Pagi yang indah, di detik 10.01…

Kembali jemari menorehkan catatan yang telah lama tak terjamah. Ah….Selepas dhuha di pagi ini, tiba-tiba terfikirkan entah sudah berapa lama tangan ini tak beradu dengan tuts tuts netbook. Ada rasa yang hilang selama ini, menyusup perlahan menciptakan kerinduan dalam hati untuk kembali menjamah catatan ilalang senjaku.

Ilalang yang selalu kujadikan filosofi dalam hidupku agar aku lebih bisa berqonaah dalam hidup ini. Ilalang yang selalu membuatku tersadar akan arti kesederhanaan hidup ini. Ilalang yang selalu membuatku bangkit tatkala aku sedang terpuruk dan jatuh.

Aku selalu belajar untuk bersyukur dalam menjalani hidup ini. Aku belajar dan terus belajar setiap harinya. Bagiku hidup adalah proses untuk menempaku menjadi pribadi yang lebih baik. Aku bersyukur, dan belajar untuk terus bersyukur atas apa yang sudah Allah berikan padaku. Terlebih saat ini, seorang malaikat kecilku, malaikat penawar hidupku, penyejuk mataku telah hadir menemani hari-hariku. Tepat selepas subuh, 13 November 2013…

Tuhanku, Allah yang maha penyayang….

Aku bersyukur…

Karena pada akhirnya Engkau mengirimkan dia dalam hidupku, yang setiap senyumnya mampu meluruhkan segenap resah dan duka dalam hidupku, yang kedipan matanya mampu melumpuhkan semua amarah dalam diriku.

Tuhanku, Allah yang maha pengasih….

Semua yang Engkau gariskan mengajariku akan banyak hal. Aku tau bahwa Engkau begitu mencintaiku. Karena jauh dilubuk hati ini aku tersadar, bahwa Engkau hadirkan keindahan di saat yang tepat…

 

Boyolali, 5 September 2014

Ilalang Senja