Surat Cinta Untuk Suamiku

Wahai Allah,
Engkau-lah saksi ikatan hati ini…
Aku telah jatuh cinta kepada lelaki pasangan hidup ku,
jadikanlah cinta ku pada suamiku ini sebagai penambah kekuatan ku untuk mencintai-Mu.
Namun, kumohon pula, jagalah cintaku ini agar tidak melebihi cintaku kepada-Mu,
hingga aku tidak terjatuh pada jurang cinta yang semu,
jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling pada hati-Mu. Jika ia rindu,
jadikanlah rindu syahid di jalan-Mu lebih ia rindukan daripada kerinduannya terhadapku,
jadikan pula kerinduan terhadapku tidak melupakan kerinduannya terhadap surga-Mu.
Bila cintaku padanya telah mengalahkan cintaku kepada-Mu,
ingatkanlah diriku, jangan Engkau biarkan aku tertatih kemudian tergapai-gapai merengkuh cinta-Mu.

Ya Allah,
Engkau mengetahui bahwa hati-hati ini telah berhimpun dalam cinta pada-Mu,
telah berjumpa pada taat pada-Mu,
telah bersatu dalam dakwah pada-Mu,
telah berpadu dalam membela syariat-Mu.
Kokohkanlah ya Allah ikatannya. Kekalkanlah cintanya.
Tunjukilah jalan-jalannya. Penuhilah hati-hati ini dengan nur-Mu yang tiada pernah pudar.
Lapangkanlah dada-dada kami dengan limpahan keimanan kepada-Mu dan keindahan bertawakal di jalan-Mu.
Amin ya rabbal alamin.

dari blog seorang teman,aku membaca puisi ini.. aku tak tahu seberapa berartikah ini bagi yang lain, tapi yang pasti, bagiku begitu bermakna..

suamiku, dalam helaan nafas dan doa aku telah jatuh cinta padamu. seorang laki-laki terbaik yang Allah pilihkan untukku. namun aku cuma seorang wanita biasa. ada kalanya aku bisa membuatmu marah, ada kalanya aku tak sempat berdandan rapi di depanmu, dan ada kalanya aku tiba-tiba menjadi sosok yang mungkin membosankan bagimu. namun, ijinkanlah aku selalu berbakti padamu. membersihkan debu yang menempel di bajumu, menghapuis keringat yang melekat di dahimu, atau mengambikan sepiring nasi dengan lauk seadanya untukmu.

aku hanya ingin terus belajar menjadi isteri yang berkualitas bagi mu dan bagi rumah kita.. rumah yang kita beri nama rumah cahaya, tempat fahri kecil bermain dan mengenalNya.. semoga rumah itu selalu menjadi cahaya bagi kita semua..amiin Allah..

suamiku, aku tahu, engkau bukanlah seorang Rasulullah karena ku juga menyadari aku juga bukan seorang khadijah atau aisyah.. engkau juga bukan ali bin abu thalib karena aku juga sangat menyadari aku bukanlah seorang fatimah.. kamu dan aku hanyalah sepasang pelakon episode hidup di akhir zaman.. yang perlu ekstra keras untuk bisa mengenalNya…namun, kadang mungkin kita terlalu lalai, hingga lupa akan makna sebuah penghambaan..

dan dari hati yang paling dalam ini, sungguh aku sangat berterimakasih atas dukungan dan motivasi mu untukku bisa terus belajar dan belajar.. moga aku juga bisa menjadi madrasah seperti yang digambarkan rasulullah bagi malaikat-malaikat kecil kita..sungguh semakin belajar, semakin aku tahu aku begitu kerdil dan lemah…


Untukmu sayang, kekasih hatiku
yang selama ini begitu gigih dalam menjagaku.
Semoga kelak, aku menjadi bidadari yang akan senantiasa menemanimu di dunia dan akhirat nanti…

Amin