Hening…
Di tangan malam yang terbalut gundah
Gundah yang begitu meraja
Menggamit setiap inci sarafku
Melekat setiap urat nadiku
Menggamang dalam harapku yang palsu
Aku tak bisa mengeja
Aku juga tak pandai menterjemahkan
Bahasamu….
Aku bodoh manakala berhadapan dengan egoku
Aku kacau manakala berhadapan dengan bimbangku
Aku rapuh manakala berhadapan dengan galauku
Tak seperti yang kufikirkan
Tak seindah yang kubayangkan
Malam telah datang
Pun segalanya berubah
Detik yang tak pernah mampu kubaca
Titik yang tak pernah mampu kuterka
Segalanya menjadi mungkin
Terjadi di luar nalar
Menggoyahkan akar keyakinan
Yang sedarinya begitu menentramkan
Aku tak pernah ingin menjadi sempurna
Aku tak pernah ingin seanggun seperti yang difikirkannya
Karena aku adalah aku…
Aku yang akan tetap menjadi aku
Aku yang akan tetap asyik dengan pikiranku
Aku yang mungkin dia tak bisa pahamiku
Aku yang mungkin dia tak bisa meraba sisi hatiku…
Tapi biarlah tetap begitu
Yang terjadi adalah ibroh
Jiwaku sendirilah yang kiranya akan mampu mengejawantahkan semua ini
Malam…
Tanganmu telah sampai padaku
Meski bukan pesona keindahan yang kau pancarkan
Tapi lewat tanganmu
Malam ini akan kulewati

Dingin malam ini begitu menusuk sukmaku
hingga aku tak mampu
hentikan laju malam yang menggamit langit dalam dekapan awan kelabu

Di Pojok kota Boyolali
24 September 2011