Pagi hari ini….

Mengantarkanku pada titik yang penuh dengan tantangan…

Kunasehati diri setelah beberapa waktu, ruh ini berada dalam pusara kesedihan

Tiada senyum yang tersirat sedikitpun dari bibir ini

Mendekap kegalauan yang begitu menyakitkan

Menggamang dalam ketakutan yang luar biasa

Karena aku harus menghadapimu, menghadapi engkau yang begitu baik

Menghadapi engkau yang tengah dilanda kecemasan

Menghadapi engkau yang tidak tau pangkal dan ujungnya

Menghadapi getirnya jika harus bertemu denganmu, betapa harus kukumpulkan seluruh energi positif dan selaut kesabaran dalam hati ini…

Tapi,,,,

Satu hal yang membuat aku kembali kuat…

Engkau adalah pengikat darahku, dan darah itu lebih kental dari ikatan apapun…

Betapapun mata memandangku dengan sebelah mata, aku yakin engkau akan mau mendengarkan alasanku, karena aku tau siapa engkau…

Aku hanya tidak tega….

Tidak tega membuatmu menangis….

Tapi, bukan…

Bukan itu….

Semua yang terjadi di waktu itu hanya karena aku mencintaimu…

Aku sangat mencintaimu ayahku…..

Kekuatan ini semakin merasuki relung hatiku

Aku tak lagi takut….

Energi dan kebaikan dari sang maha baik telah menuntunku, bagaimana harus kukatakan apa yang sebenanya terjadi padamu…

Aku tak lagi takut ayah…

Pagi ini matahari bersinar begitu gagah

Kurasakan hangatnya menembus hingga sukmaku…

Memberi pesona keyakinan bawa semuanya akan baik-baik saja…

Pagi ini kubiarkan senyum ini merekah lagi

Karena tak ada seorangpun yang bisa menghalangi aku untuk tersenyum

Tersenyum bahagia karena engkau tak akan pernah mengkhianatiku….

 

Di Sudut Kota Boyolali, 24 September 2011

 

Ayah, ketika aku tak mampu untuk menjelaskan permasalahanku saat ini, yakinlah bahwa apa yang kulakukan sepenuhnya adalah karena aku mencintaimu, mencintai ibu…

Betapapun demikian, aku bahagia…

Di sampingku berdiri seorang suami yang luar biasa, yang tiada lelah meyakinkan hatiku, memantapkan langkahku untuk mengatasi kegalauan hatiku.